Profile
PROFIL PUSAT RISET DAN PENGEMBANGAN-
PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PRP-PMRI)
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
A. DESKRIPSI
Menjelang akhir abad yang lalu, sekelompok matematikawan dan pendidik di Indonesia merasa sangat khawatir tentang kualitas pendidikan matematika, salah satu indikatornya adalah rendahnya ranking siswa Indonesia menurut penilaian PISA (Programme for Internatioanl Students Assessment). Selain dari itu, sebagian besar siswa takut mempelajari matematika.
Pada dasarnya pendidikan matematika bertujuan untuk mengembangkan pemahaman dan penalaran siswa agar mereka menjadi masyarakat yang demokratis. Pendidikan matematika yang baik akan membuat siswa mengartikulasikan kewarganegaraannya. Oleh karena itu kelompok matematikawan dan pendidik di Indonesia meneliti pendidikan matematika di berbagai negara dan memilih untuk mengembangkan suatu bentuk Realistic Mathematics Education (RME) di Indonesia yang dicetuskan oleh Hans Freudenthal dari Belanda. Menurut Freudenthal, mathematics is a human activity, artinya matematika dipandang sebagai aktivitas manusia dalam menyelesaikan masalah, mencari masalah, dan aktivitas dalam mengorganisasikan materi pelajaran. Matematika diajarkan bukan dengan cara memberikan langsung aturan atau rumus atau konsep yang sudah jadi (ready made) melainkan harus dipelajari oleh siswa melalui penemuan kembali (reinvention), sehingga pendidikan matematika untuk anak (young children) hendaknya berkaitan dengan realitas dalam kehidupan sehari-hari (Freudenthal (1971) atau dapat berupa masalah dunia formal matematika yang dapat mereka bayangkan melalui media pembelajaran atau model (van den Heuvel-Panhuizen, 1998).
Selanjutnya kelompok matematikawan dan pendidik di Indonesia memutuskan untuk membuat versi lokal pendidikan matematika realistik, khususnya disesuaikan dengan budaya Indonesia. Sejak awal mereka menyadari bahwa tidaklah cukup untuk mengimpor dan menyebarluaskan apa yang berhasil di negara lain. Dalam pandangan mereka, reformasi pendidikan matematika harus bottom-up (dimulai dari bawah ke atas) dan mulai dari situasi Indonesia yang spesifik. Hal ini yang menjadi dasar pengembangan dan desain “Realistic Mathematics Education in Indonesia” atau Pendidikan matematika Realistik Indonesia (PMRI), sebagaimana disebut di Indonesia.
Pada akhir 90-an, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi mengesahkan tim PMRI yang terdiri dari ahli matematika, pengajar matematika dan perwakilan dari perguruan tinggi untuk memimpin reformasi pendidikan matematika. Sejumlah LPTK di Indonesaia membentuk Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (P4MRI), termasuk P4MRI Unsyiah yang dibentuk melalui Surat Keputusan Rektor Universitas Syiah Kuala Nomor 763 tahun 2008. Sejak tahun 2018 P4MRI berubah nama menjadi PRP-PMRI (Pusat Riset dan Pengembangan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) berdasarkan SK Rektor Unsyiah No. 2647/UN11/KPT/2018.
Kegiatan PRP-PMRI Unsyiah antara lain adalah sebagai berikut.
a. Melaksanakan workshop penerapan pembelajaran matematika dengan pendidikan matematika realistik bagi guru-guru mitra dan dosen LPTK di Provinsi Aceh;
b. Pendampingan guru ke sekolah mitra di Provinsi Aceh tentang penerapan pembelajaran matematika dengan pendidikan matematika realistik;
c. Melaksanakan Penelitian dan pengembangan dalam bidang pendidikan matematika realistik termasuk inovasi pembelajaran matematika dan teknologi
d. Mengembangkan instrumen evaluasi dalam pembelajaran matematika
e. Melaksanakan pembelajaran matematika dengan pendekatan kurikulum integratif, termasuk pendidikan STEM, mitigasi bencana, budaya, dan terkait dengan masalah ekologi atau lingkungan
f. Mengembangkan literasi matematika siswa, termasuk melaksanakan Kontes Literasi Matematis supaya ranking PISA siswa Indonesia menjadi meningkat
B. VISI, MISI, DAN TUJUAN
VISI
Dalam rangka mewujudkan pusat studi yang berkualitas dan sejalan dengan visi Unsyiah, maka PRP-PMRI memiliki visi yang mendukung visi Unsyiah, yaitu: “Menjadi pusat riset terkemuka di Indonesia dalam mengembangkan sikap demokratis, mandiri, berpikir kritis, kreatif, dan inovatif melalui pendidikan matematika realistik pada tahun 2026”
MISI
1. Melaksanakan Penelitian dan pengembangan pembelajaran dengan pendekatan matematika realistik
2. Membantu meningkatkan kemampuan dosen dan guru dalam menerapkan pendidikan matematika realistik pada pembelajaran di sekolah melalui workshop dan pendampingan
3. Menyediakan sumber belajar/bahan ajar, dan sarana berbagi pengalaman bagi guru, dosen, dan mahasiswa berkaitan dengan pendidikan matematika realistik
4. Melaksanakan dan meningkatkan kerjasama yang sinergis dengan institusi baik nasional/internasional baik di dalam maupun di luar negeri berkaitan dengan pendidikan matematika realistik
5. Memperluas akses pengembangan Pendidikan Matematika Realistik pada perguruan tinggi
TUJUAN
Untuk mewujudkan visi dan misi yang diembannya, PRP-PMRI merumuskan tujuan sebagai berikut.
1. Terlaksananya penelitian dan pengembangan pembelajaran dengan pendekatan matematika realistik untuk meningkatkan sikap demokratis, serta pola pikir kritis, kreatif, dan inovatif;
2. Terlaksananya workshop dan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan dosen dan guru dalam menerapkan pendidikan matematika realistik pada pembelajaran di sekolah;
3. Tersedianya sumber belajar/bahan ajar, dan sarana berbagi pengalaman bagi guru, dosen, dan mahasiswa berkaitan dengan pendidikan matematika realistik;
4. Tercapainya kerjasama yang sinergis dengan institusi baik nasional/internasional baik di dalam maupun di luar negeri berkaitan dengan pendidikan matematika realistik;
5. Tersebarnya informasi kepada masyarakat berkaitan dengan pendidikan matematika realistik.