Jakarta-Humas BRIN. Laboratorium Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di sekolah perlu dikembangkan tidak hanya sebagai ruang praktikum, tetapi sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran, penelitian, inovasi, dan kolaborasi. Untuk mendukung transformasi pendidikan di Sekolah Garuda, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah merancang kerangka tata kelola laboratorium STEM berbasis ekosistem inovasi.
Peneliti Pusat Riset Pendidikan (PRP) BRIN, Suharman Halawa, menjelaskan, pembangunan talenta peserta didik dalam program Sekolah Garuda tidak cukup hanya dengan penguasaan teori sains. Peserta didik perlu memahami bagaimana pengetahuan dibangun, merumuskan pertanyaan penelitian, serta merancang pemecahan masalah berdasarkan bukti.
Temuan awal riset BRIN menunjukkan masih terdapat kesenjangan keterampilan dalam penerapan STEM di sekolah. Meskipun persepsi dan antusiasme guru terhadap pembelajaran STEM tergolong tinggi, sebagian besar guru masih merasa memiliki keterbatasan keterampilan teknis untuk menerapkannya dalam pembelajaran. Berita selengkapnya dapat dilihat pada link berikut https://brin.go.id/news/130647/bangun-ekosistem-inovasi-sekolah-brin-rancang-tata-kelola-laboratorium-stem











